31 Juli 2013

menjadikan silaturrahim lebih bermakna



Silaturrahim adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan dari Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturrahim, maka ukhuwah islamiyah akan terjalin dengan baik. Kehidupan kadang tidak seindah yang kita inginkan. Dalam interaksi sosial dengan orang lain, bisa saja terjadi khilaf dan salah paham, yang membuat jalinan persaudaraan atau pertemanan menjadi tidak harmonis. Berawal dari khilaf dan salah paham inilah yang sering mengakibatkan hubungan dua orang yang pada awalnya sangat dekat menjadi renggang.

Keduanya bisa saling mencurigai, iri dan bermusuhan. Hubungan persaudaraan, persahabatan dan pertemanan menjadi hambar. Sapaan hanya sekedar basa-basi. Tidak ada lagi kerinduan, sebaliknya yang ada adalah kekecewaan dan kebencian. Jika tidak segera ditangani, ketidakharmonisan ini bisa menular ke orang lain. Bahkan bisa merembet keseluruh keluarga dan atau seluruh teman dekat. 

Maka, silaturrahim bisa menjadi sarana untuk merajut hubungan yang terancam putus. Pribadi manusia satu dengan lainnya memang tidak ada yang sama, namun dengan pendekatan kasih sayang dan persaudaraan antar sesama Muslim bisa menghapus kesalahpahaman dan menjembatani perbedaan kepribadian tersebut. Silaturrahim bukan hanya dilakukan dengan sekedar bertemu, datang dan berjabat tangan; melainkan dengan tolong-menolong dalam segala aspek kehidupan ataupun bisa dengan memberikan informasi-informasi penting kepada kerabat dan saudara.

Rasulullah SAW mendorongan agar orang mau bersilaturrahim sebagaimana dijelaskan dalam Hadis Abu Hurairah RA: Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia meyambung hubungan silaturrahim.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Dalam hadis lain yang juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah, “Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturrahim.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Hadis-hadis inilah yang mendorong kaum Muslimin untuk bersilaturrahim. Dijelaskan juga dalam firman Allah SWT, “Dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS. Ar-Ra’d:21). 

Merujuk pada hadis dan Firman Allah SWT diatas dapat dilihat bahwa silaturrahim sangat penting bahkan wajib bagi seorang Muslim. Akan tetapi, sebagian besar kaum Muslimin menggunakan kata silaturrahim hanya sebatas untuk hubungan kekerabatan semata yang sebenarnya hanyalah hubungan semu. Padahal, silaturrahim ini berhubungan erat dengan keimanan dan keislaman seseorang. Hubungan yang semu tanpa dilandasi keimanan dan ketakwaan merupakan penyebab putusnya silaturrahim. Adapun faktor-faktor penyebab lainnya  adalah kebodohan, minimnya ilmu agama, cinta dunia dan menyibukan diri dengannya, serta zalim dan jahat kepada kerabat. Padahal, yang disebut silaturrahim yang lebih esensial adalah bagaimana memperkuat hubungan keimanan, ketakwaan antar sesama.

Adapun haramnya memutuskan  silaturrahim telah dijelaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis, “Tidak masuk surga orang yang memutus silaturrahim.” (HR Bukhari dan Muslim). Dengan demikian, silaturrahim jelas mengandung banyak manfaat, bukan hanya sebatas mengumpulkan keluarga dan saling mengenalkan hubungan kekerabatan, tapi sebagai salah satu bukti atas kualitas  keimanan dan keIslaman seseorang.

Semoga catatan kecil ini selalu berada dalam bimbingan Allah SWT dan dapat memperkokoh ukhuwah islamiyah kita semua.

oleh HH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar