Silaturrahim adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan dari Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturrahim, maka ukhuwah islamiyah akan terjalin dengan baik. Kehidupan kadang tidak seindah yang
kita inginkan. Dalam interaksi sosial dengan orang lain, bisa saja terjadi
khilaf dan salah paham, yang membuat jalinan persaudaraan atau pertemanan
menjadi tidak harmonis. Berawal dari khilaf dan salah paham inilah yang sering
mengakibatkan hubungan dua orang yang pada awalnya sangat dekat menjadi renggang.
Keduanya bisa
saling mencurigai, iri dan bermusuhan. Hubungan persaudaraan, persahabatan dan
pertemanan menjadi hambar. Sapaan hanya sekedar basa-basi. Tidak ada lagi
kerinduan, sebaliknya yang ada adalah kekecewaan dan kebencian. Jika tidak
segera ditangani, ketidakharmonisan ini bisa menular ke orang lain. Bahkan bisa
merembet keseluruh keluarga dan atau seluruh teman dekat.
Maka, silaturrahim
bisa menjadi sarana untuk merajut hubungan yang terancam putus. Pribadi manusia satu dengan lainnya memang tidak ada yang sama, namun dengan pendekatan kasih sayang dan persaudaraan antar
sesama Muslim bisa menghapus kesalahpahaman dan menjembatani perbedaan kepribadian tersebut. Silaturrahim bukan hanya dilakukan dengan sekedar bertemu, datang dan berjabat tangan; melainkan dengan tolong-menolong dalam segala aspek
kehidupan ataupun bisa dengan memberikan informasi-informasi penting kepada
kerabat dan saudara.
Rasulullah SAW mendorongan agar orang mau bersilaturrahim sebagaimana
dijelaskan dalam Hadis Abu Hurairah RA: Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang
beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan,
siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia meyambung
hubungan silaturrahim.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis lain yang juga
diriwayatkan oleh Abu Hurairah, “Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan
dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturrahim.” (HR
Bukhari dan Muslim).
Hadis-hadis inilah yang mendorong kaum Muslimin untuk
bersilaturrahim. Dijelaskan juga dalam firman Allah SWT, “Dan orang-orang yang
menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut
kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS. Ar-Ra’d:21).
Merujuk
pada hadis dan Firman Allah SWT diatas dapat dilihat bahwa silaturrahim sangat
penting bahkan wajib bagi seorang Muslim. Akan tetapi, sebagian
besar kaum Muslimin menggunakan kata silaturrahim hanya sebatas untuk hubungan
kekerabatan semata yang sebenarnya hanyalah hubungan semu. Padahal, silaturrahim
ini berhubungan erat dengan keimanan dan keislaman seseorang. Hubungan yang semu
tanpa dilandasi keimanan dan ketakwaan merupakan penyebab putusnya silaturrahim.
Adapun faktor-faktor penyebab lainnya adalah kebodohan, minimnya ilmu agama, cinta dunia dan
menyibukan diri dengannya, serta zalim dan jahat kepada kerabat. Padahal, yang disebut
silaturrahim yang lebih esensial adalah bagaimana memperkuat hubungan keimanan,
ketakwaan antar sesama.
Adapun haramnya
memutuskan silaturrahim telah
dijelaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis, “Tidak masuk surga orang yang
memutus silaturrahim.” (HR Bukhari dan Muslim). Dengan demikian, silaturrahim
jelas mengandung banyak manfaat, bukan hanya sebatas mengumpulkan keluarga dan
saling mengenalkan hubungan kekerabatan, tapi sebagai salah satu bukti atas
kualitas keimanan dan keIslaman seseorang.
Semoga catatan
kecil ini selalu berada dalam bimbingan Allah SWT dan dapat memperkokoh ukhuwah
islamiyah kita semua.
oleh HH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar